"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan." (Amsal 1:7)

Kekhususan PMK

Penulis: 
Ir. Tadius S Gunadi, Mcs. (Staff Perkantas nasional)
Kategori: 
Pelayanan Mahasiswa
  1. Berpusatkan Kristus (Christ Center)
    • Tidak berpusatkan diri atau kelompok atau gereja kita.
    • Dia adalah kepala tubuh dan kepala PMK. Kita bertumbuh ke arah Dia. Kita semua anggota tubuh dan hamba-hambaNya.
    • Segala kemuliaan hanya bagi dia, bukan bagi kita.
  2. Mendasarkan diri pada Alkitab (Bible Movement)
    • Firman Tuhan berotoritas tertinggi. Apa kata Alkitab lebih utama dari kata orang.
    • Menekankan PA induktif, PA kelompok, ekposisi alkitab dan pengajaran Alkitab.
  3. Gerakan Doa (Prayer Movement)
    • Bersandar pada kuasa Allah, bukan pada kekuatan manusia.
    • Pelayanan adalah peperangan rohani bukan permainan rohani.
  4. Gerakan Pemuridan (Discipleship Movement)
    • Pelayanan yang menekankan 4P: PI, Pembinaan, Pelipatgandaan & Pengutusan.
    • Percaya bahwa kuantitas berkembang jika punya kualitas yang mampu menghasilkan pelipatgandaan. Sikap asal ada atau asal jadi akan dihindari. Karena itu, kualitas tidak akan dikorbankan demi kuantitas.
    • Being (moral & karakter) lebih diutamakan daripada doing (kegiatan/program).
    • Pelayanan yang mengutamakan kualitas PI, pembinaan, persekutuan, kesaksian/etika, pengelolaan, studi, keseimbangan antar studi, diskusi dan penerapan, dll.
  5. Bersifat antar aliran gereja (Interdenominasi atau Oikoumene)
    • Agar jadi wadah untuk semua mahasiswa Kristen di kampus.
    • Mendukung visi keesaan gereja, yaitu kesatuan orang percaya yang didoakan Tuhan Yesus (Yoh 17:20-21).
    • Penekanan pada hal-hal esensi, center-set dan keindahan persaudaraan dan persahabatan dalam Kristus.
  6. Penekanan pada inisiatif dan tanggung jawab mahasiswa (Student initiative & Responbility)
    • PI & pembinaan di kampus adalah tanggung jawab mahasiswa.
    • Pembinaan dan pembicara diberikan untuk memperlengkapi mahasiswa bagi pelayanan di kampus dan gereja (Ef 4:11-12).
  7. Mengupayakan keseimbangan pembinaan akan mandat keselamatan dan mandat budaya (Evangelism & Social Movement)
    • Meski PMK adalah wadah kerohanian, bukan wadah sosial politik, tapi visi PMK agar bisa menghasilkan alumni yang menjadi berkat, garam dan terang bukan hanya bagi gereja tapi juga bagi bangsa dan negara.
    • Pembinaan di PMK bukan hanya menolong dari segi kerohanian mahasiswa tapi juga dalam hal studi, kehidupan sosial dan peran mereka dalam politik, dll.
    • Kehadiran PMK juga diharapkan bisa menjadi garam dan terang di kampus. Sehingga misi dan perhatian PMK tidak hanya bersifat vertikal tapi juga horizontal.